Tanggal Rilis | : | 18 Juli 2017 |
Ukuran File | : | 0.54 MB |
Abstraksi
Pada bulan Mei 2017 Kota Padang mengalami deflasi sebesar -0,04 persen dan Kota Bukittinggi sebesar -0,44 persen.
Deflasi di Kota Padang terjadi karena adanya penurunan indeks pada 3 (dua) kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,82 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar -0,03 persen; dan kelompok sandang sebesar -0,83 persen, sementara 4 (empat) kelompok lainnya mengalami inflasi antara lain; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,52 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,22 persen,dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,39 persen.
Laju inflasi tahun kalender sampai bulan Mei 2017 Kota Padang dan Kota Bukittingi masing-masing sebesar 0,06 persen dan -0,61 persen. Laju inflasi year on year (Mei 2017 terhadap Mei 2016) Kota Padang sebesar 4,96 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 4,01 persen.
Dari 23 (dua puluh tiga) kota IHK di pulau Sumatera 18 (delapan belas) kota mengalami inflasi dan 5 (lima) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,90 persen dan terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,06 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar -0,93 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Pematang Siantar -0,01 persen. Kota Padang menduduki urutan ke 4 (empat) dari seluruh kota yang mengalami deflasi di Sumatera dan urutan ke 11 (sebelas) secara Nasional sedangkan Kota Bukittinggi menduduki posisi 2 (dua) dari seluruh kota yang mengalami deflasi di Sumatera dan posisi ke 4 (empat) secara Nasional.